Just another WordPress.com weblog

MOTIVASI

Motivasi adalah hasrat untuk bergerak, antusiasme untuk melakukan suatu perubahan, dan tekat untuk mencari cara untuk memulai.

 

MOTIVASI adalah keinginan (dari hati) utk melakukan suatu perubahan kearah yg lebih baik. Sedang TUJUAN adalah sesuatu (dari pikiran) yg ingin diwujudkan atau dicapai.

Pada awalnya:

Bayi punya antusiasme untuk menyongsong kehidupan. Mereka suka dengan apa yang ada di sekitar mereka, berusaha menyentuhnya, tersenyum padanya, memakannya, atau melihat apa yang terjadi ketika mereka menjatuhkannya. Mereka punya hasrat untuk bereksplorasi, berteman dan mengembangkan ketrampilan dan kekuatan mereka. Jika Anda meletakkan seorang bayi, ia akan berguling atau merangkak atau belajar berjalan untuk melakukan hal-hal yang lebih banyak lagi.

 

 

Mereka yang punya motivasi:

–          Punya keinginan untuk belajar

–          Memberi kesempatan

–          Ingin tahu seberapa jauh mereka dapat mengambil sesuatu

–          Tahu bahwa mencoba lebih baik dari pada mundur

–          Merasa yakin mereka dapat memberikan sesuatu

 

Maka tekad untuk mencari cara untuk memulai, hasrat untuk bergerak, antusiasme untuk melakukan suatu perubahan menuju kearah yang lebih baik akan menjadi lebih mudah.

 

Motivasi di dunia orang dewasa

Dorongan untuk mengetahui apa yang ada di sekitar kita tampaknya merupakan hal yang sangat fundamental. Banyak hal yang sebenarnya dapat kita lakukan, tapi tidak kita lakukan karena kita tidak dapat memotivasi diri kita sendiri. Ada hal-hal lainnya yang dapat kita lakukan, tidak ingin kita lakukan, tapi berusaha untuk mencari cara untuk mendorong diri kita sendiri agar dapat menyelesaikan hal-hal tersebut. Kita memotivasi diri kita sendiri.

 

Motivasi yang berasal dari dalam dalam diri kita adalah:

Motivasi yang berasal dari apa yang kita anggap

–          Mungkin

–          Masuk akal

–          Kita dapat melakukannya

–          Kita harus melakukannya

 

Motivasi yang berasal dari luar diri kta adalah:

Moticasi yang berasal dari apa yang kita anggap

–          Kita mungkin dapat memperolehnya

–          Kita mungkin dapat kehilangannya

 

Sebagian besar dari diri kita ingin dapat memotivasi diri kita sendiri untuk melakukan lebih dari apa yang kita lakukan pada saat itu. Kita berpikir betapa jauh lebih baik kehidupan kita seandainya kita sehat,dan kita bertekad untuk bangun lebih pagi untuk berolah raga sebelum bekerja, kita memutuskan untuk memanfaatkan komputer kita agar menghasilkan uang dan berencana bagaimana mempelajari semua fasilitas yang ada.

 

Jadi kekayaan materi jelas bisa membantu kita berbahagia terlebih apabila kita masih berada dalam posisi serba kekurangan secara mendasar (pangan, sandang, papan), tapi itu saja tidak cukup. Ini sudah dibuktikan dari penelitian terhadap orang-orang yang menang lotere bernilai jutaan dolar, ternyata setelah mereka mendapatkan kekayaan mendadak ini, mereka tidak menjadi lebih berbahagia, malah semakin banyak persoalan baru yang timbul (diantaranya makin banyaknya saudara-saudara dan handai taulan yang dulu kenal saja tidak mau, sekarang semua ngaku saudara supaya dapat cipratan rezeki). Banyak juga yang karena “kaget” akibat kaya mendadak menjadi “panic” dan dengan penuh “balas dendam” membelanjakan uangnya secara tidak bijaksana sehingga kembali miskin, dan malah terjebak utang, setelah beberapa tahun saja, ironis bukan?

 

KETRAMPILAN UNTUK BERBAHAGIA

 

Kebahagiaan itu sesungguhnya suatu ketrampilan hidup yang tidak perlu didapat dari bangku sekolah atau dari IQ tinggi melainkan dari kesederhanaan dalam menyikapi hidup. Apakah Anda kaya atau miskin secara materi, kalau Anda tidak memiliki ketrampilan ini, Anda tidak akan bahagia.

 

Contoh cerita seri “Keluarga Cemara” karya Arswendo Atmowiloto yang dituangkan di layer kaca. Keluarga sederhana ini adalah cerminan sebuah keluarga bahagia walaupun mereka sering prihatin secara materi: ayahnya Cuma tukang becak, anaknya yang paling besar musti berjualan opak, dan ibunya jadi buruh cuci. Tapi kalau kita lihat bagaimana bijak dan cerdasnya sang ayah, bagaimana eratnya hubungandan saling mencintainya sesame anggota keluarga ini, bagaimana mereka menikmati waktu senggang bersama walaupun hanya mengerjakan hal-hal sepele dn bukannya berlibur ke luar negri misalnya, kita bias tahu bahwa mereka jauh lebih berbahagia dari keluarga kaya yang orang tuanya sering bertengkar dan jarang di rumah, anak-anaknya jadi berandalan, dan sebagainya. Orang-orang miskin justru akan lebih mudah menghargai hal-hal sepele dan kebaikan-kebaikan atau keberuntungan-keberuntungan kecil yang tidak masuk radar pengamatan orang kaya.

 

Kita harus selalu merasa bersyukur atau puas atas apa yang kita miliki.

 

IMBALAN

 

Kita memotivasi diri kita sendiri dengan memikirkan imbalan: kehidupan kita akan lebih baik, kita akan mendapatkan uang dari kerja komputer kita. Kemudian apa yang terjadi? Kadang-kadang motivasi kita berhasil. Kita terus bergulir. Segala sesuatu tampak mungkin. Kita mulai mencari cara untuk memperbaiki kehidupan kita. Kadang-kadang motivasi kita lenyap. Kita membujuk diri kita sendiri bahwa lebih baik tidur kita ditambah setengah jam lagi, atau tidak sehat menghabiskan banyak waktu di depan komputer. Andai saja kita dapat menemukan motivasi yang berhasil memacu kita setiap saat.

 

Apakah ADA CARA Untuk Memotivasi Diri Kita Setiap Saat?

 

Jawabannya adalah tidak, karena kita manusia. Menjadi manusia artinya keinginan kita lebih besar dari pada waktu, tenaga dan uang kita untuk mewujudkan keinginan itu. Apa yang dapat kita lakukan ialah pandai-pandailah memotivasi diri kita untuk melakukan hal-hal tertentu, bukan semua hal.

Untuk dapat melakukan ini, kita perlu selalu mengecek apa yang menjadi tanggung jawab kita. Tanggung jawab kita akan berubah. Kita perlu memperhatikan bahwa tanggung jawab kita telah berubah. Kita perlu memperhatikan bagaimana tanggung jawab itu berubah. Kita perlu punya motivasi untuk menghadapi perubahan itu.

Rahasia sukses ialah memastikan bahwa kita telah memotivasi diri kita sendiri untuk melekukan hal-hal yang harus kita lakukan.

 

 

APA yang MEMOTIVASI ANDA?

 

Pikirkan kembali pada minggu terakhir dan periksalah apakah Anda dapat mendaftar lima hal yang mestinya Anda kerjakan tapi tidak Anda kerjakan. Penting bahwa, jika Anda memahami sedikit tentang apa yang dapat memotivasi Anda.

 

Sekarang tuliskan apa yang membuat Anda mau melakukan tiap hal pada akhirnya:

–          Kebutuhan

–          Uang / ambisi

–          Kemarahan/ ketakutan

–          Persahabatan / cinta

–          Rasa malu

–          Kesenangan / minat

–          Dll

 

Sebagian besar orang dimotivasi oleh sesuatu. Tidak banyak orang yang sama sekali tidak punya motivasi. Tingkat motivasi mungkin tidak terlalu kuat, tapi bagaimana motivasi tetap ada.

 

Anda mungkin tidak menyukai apa yang memicu Anda untuk bertindak tapi lebih baik jika Anda berusaha dan memahami apa yang dapat memotivasi Anda.

 

MEMPERTAHANKAN MOTIVASI ANDA

 

Motivasi bisa berbahaya. Anda baru saja memulai tiba-tiba berhenti. Memahami apa yang dapat menghilangkan motivasi sama pentingnya dengan mengetahui apa yang dapat memotivasi Anda, dan memahami apa yang dapat menghilangkan motivasi juga akan membantu Anda untuk mengetahui kapan motivasi Anda terancam. Jika tidak, Anda akan kehilangan motivasi Anda sendiri tanpa tahu mengapa. Ketika Anda mengetahui apa yang dapat menghilangkan motivasi, Anda dapat melakukan sedikit penyesuaian untuk melindungi motivasi Anda.

 

APA YANG MENGHILANGKAN MOTIVASI ANDA?

–          Kejenuhan / keletihan

–          Kegagalan

–          Memutuskan bahwa sesuatu terlalu sulit

–          Tidak ada kesempatan / waktu

–          Tidak ada bahan / ide

–          Tidak ada dukungan

–          Kecemburuan

–          Tidak mau mencoba / ambil resiko

–          Tidak tahu bagaimana melakukannya

–          Tidak diberi imbalan

–          Merasa tidak dihargai/dipuji

–          Dll

 

Dengan daftar sepanjang ini, sungguh merupakan keajaiban jika Anda berhasil mempertahankan motivasi Anda. Maka…..

 

APA YANG MEMBUAT ANDA TETAP PUNYA MOTIVASI?

 

Pada titik tertentu dalam pelaksanaan tugas, Anda mungkin merasa mendapatkan imbalan atas usaha Anda. Imbalan Anda mungkin berupa perasaan:

–          Gembira

–          Puas / lega

–          Bangga

–          Terlibat

–          Suka/senang

–          Aman

–          Siap

–          Seimbang

–          Terhormat

–          Dipercaya / dihargai

 

Jika Anda dapat mempertahankan motivasi, maka hal itu merupakan sesuatu yang luar biasa. Perasaan senang yang Anda miliki ketika Anda mengerjakan suatu tugas membuat Anda melaksanakan dengan tuntas segala sesuatu yang perlu Anda kerjakan. Tapi itu tidak selalu terjadi. Kadang-kadang Anda merasa ada alasan kuat untuk menghentikan sesuatu sehingga Anda menyerah. Lalu apa yang Anda lakukan jika ini terjadi? Apakah Anda mempunyai cara untuk memulai lagi?

 

Jika Anda merasa sulit untuk memulai lagi begitu Anda menjumpai kesulitan Anda perlu menghilangkan apa yang membuat Anda berhenti. Apakah penyebab itu sesuatu yang bersifat fisik? Jika ya, maka Anda mungkin dapat memulai tugas Anda segera setelah Anda menyingkirkannya. Apakah penyebab itu sesuatu yang bersifat emosional? Jika ya, Anda mungkin perlu ingat bagaimana Anda telah memotivasi kembali diri Anda sendiri sebelumnya.

 

Anda dapat mengatasi hilangnya motivasi ini dengan membiarkan diri Anda merasakan emosi apapun yang menyelimuti Anda dan kemudian biarkan semua emosi itu berlalu. Jangan terpaku pada emosi sebagai dalih untuk tidak memulai lagi. Apakah emosi merupakan sesuatu yang di luar kontrol Anda? Jika ya, maka Anda harus memutuskan apakah Anda sendiri dapat mengendalikannya ataukah Anda perlu bantuan orang lain.

 

Apakah penyebabnya adalah sesuatu yang terlalu sulit bagi Anda untuk mengerjakannya? Jika ya, mungkin Anda dapat minta bantuan, minta instruksi lebih lanjut, minta pelatihan tambahan atau mencari lebih banyak informasi.

1. Kawal emosi dan percakapan
Kata orang putih, live your life conciously. Kita sedar 100% apa yang kita ucap, cakap, fikir buat. Maksudnya, sebelum buat, fikir dulu, elak main terjah saja. Setiap perbuatan ada kesannya.

2.  Perhatikan perbuatan kita
Selalu buat baik, sesiapa saja akan buat baik pada kita. Walaupun kekadang ia tak menjadi, tapi biasanya, yang baik akan sentiasa menang sebab ia berlaku dengan izin Allah swt.

3. Perhatikan fikiran kita
Kita sendiri yang meracuni fikiran kita dengan kata-kata nista, kebencian, kecemburuan dan ketidakpuashatian pada orang lain. Jadi, untuk memastikan diri kita ada motivasi tahap tinggi, sentiasa kawal apa yang ada di fikiran,

kemudian berjaga-jaga, mana tahu di dalam fikiran kita muncul fikiran-fikiran negatif, yang buruk pasal diri sendiri atau pasal orang lain.

4. Minta orang lain nilai diri kita.
Bila kita nilai diri sendiri, kekadang kita jadi syok sendiri, merasa diri dah cukup baik padahal pada pandangan orang lain, masih belum berapa baik. Sebenarnya, untuk kita tanya diri kita cemana, cara yang paling baik adalah dengan meminta orang lain nilai diri kita, kritik diri kita.

Pilih untuk jadi orang yang senantiasa ada motivasi

AGAR MOTIVASI BERHASIL, HAL-HAL PENTING YANG PERLU DIINGAT :

 

–          Tetaplah optimis

–          Buatlah keputusan

–          Jangan biarkan diri Anda dihantui oleh kemunduran

–          Kenali dan gunakan sumber daya yang Anda miliki

 

Sekarang setelah Anda tahu bagaimana memotivasi diri Anda sendiri. Anda harus mengetahui bagaimana membantu orang disekitar Anda agar punya motivasi.

 

MERASA SEDIH ITU TIDAK APA-APA, TAPI BUKAN SEGALANYA

 

Kita perlu tahu bahwa:

 

–          Merasa sedih itu tidak apa-apa

–          Merasa sedih tidak akan mengembalikan waktu

–          Sebagaimana kita menemukan momen kesedihan dalam hidup, kita juga dapat menemukan momen kebahagiaan jika kita mau mencarinya

–          Kita dapat belajar bagaimana mencari hal-hal yang telah baik

–          Tidak ada jaminan bagi siapa pun bahwa kehidupan akan selalu berjalan sebagaimana yang diinginkan dalam setiap detailnya

–          Kita dapat belajar sedikit bahwa kita bertanggung jawab untuk mencari sesuatu yang lebih baik.

 

BAGAIMANA MENDORONG SESEORANG YANG KEHILANGAN MOTIVASI SUPAYA MAU BERUSAHA

 

Langkah satu

Pilihlah satu hal untuk diperbaiki, mendorong mereka untuk memilih suatu cara sebagai sesuatu yang dapat dia perbaiki

 

Langkah dua

Mencari cara untuk melakukan sedikit perbaikan, merubah sedikit cara yang sebelumnya sudah dipakai

 

Langkah tiga

Mencari cara untuk membantu mereka menyaksikan suatu perbaikan

 

Pelajaran terpenting yang diperoleh ialah bahwa, bahkan jika Anda kehilangan motivasi, Anda selalu tahu bahwa Anda punya jalan keluarnya dengan bantuan orang lain. Anda dapat menemukan yang terburuk dan dapat mencari yang terbaik. Anda bahkan mulai melihat sisi lucu dari cara memandang dunia ketika Anda merasa bingung. Anda mulai melihat kegembiraan di mana sebelumnya Anda hanya dapat melihat kesedihan

 

Contoh sukses dikepala 2:

Meskipun usianya masih kepala dua, kemampuan Sinta (22) dalam bisnis tergolong luar biasa. Usaha keripik pisang yang dibangunnya sejak tiga tahun lalu kini sudah menghasilkan omzet ratusan juta rupiah per tahun. Mimpi mahasiswi Universitas Lampung itu untuk mengangkat taraf hidup keluarga mulai terwujud.

Saya harapan keluarga karena kakak saya enggak sekolah. Orangtua enggak punya biaya untuk kelanjutan sekolah anaknya. Di keluarga, hanya saya yang pendidikannya sampai perguruan tinggi,” ujar Sinta membuka percakapan dengan Warta Kota.

Cambuk kemiskinan

Kemiskinan menjadi cambuk bagi Sinta untuk maju. Karena tak mau putus sekolah seperti kakak-kakaknya, sejak kecil Sinta sudah bekerja keras untuk mencari uang. Ketika masih duduk di kelas VI SD, diam-diam bocah ini berdagang keripik pisang.

Sinta kecil sudah mempunyai jiwa entrepreneur. Dia lihai mencari duit. Mungkin itulah yang dinamakan “kekuatan kepepet”. Manusia tiba-tiba mempunyai energi sangat besar untuk bertahan mengatasi tekanan hidup yang berat.

 

KESIMPULAN:

 

Motivasi adalah hasrat (antusiasme) untuk bergerak agar kita bisa melakukan perubahan. Kita harus selalu mempertahankan motivasi kita dengan tetap optimis dalam setiap membuat keputusan dengan mengenali dan menggunakan sumber daya yang kita miliki. Kita harus selalu merasa bersyukur sehingga lebih mudah untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan.

 

Daftar Pustaka:

 

  1. Jean Robb & Hillary Letts 2004 “Creating Motivated Kids”
  2. Sofia (UMB Doses Etik UMB)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: