Just another WordPress.com weblog

Sekilas Mengenai TBN OLI

Total Base Number

Total nilai basa (TBN) pelumas menunjukkan kemampuan pelumas dalam menetralkan kondisi keasaman pada mesin. Pemilihan nilai basa pelumas untuk suatu mesin di sesuaikan dengan pertimbangan jenis bahan bakar yang di pakai, kandungan sulfur, dan design mesin itu sendiri. Penurunan nilai basa pelumas bekas-pakai (used oil) dari hasil analisa pelumas, menunjukkan degradasi aditif basa terhadap polutan asam serta indikasi kelayakan penggunaan kembali pelumas tersebut.

Turunnya TBN di sebabkan;

. Konsumsi pelumas yang rendah, berkaitan dengan jumlah top-up harian yang rendah pula

. Kapasitas tampung bak pelumas mesin yang kecil

. Penggunaan bbm dengan kadar sulfur yang tinggi

Nilai Basa Pelumas & Aplikasi Penggunaan

TBN = 5, Pelumasan system oils, pada mesin 2 tak – crosshead, diesel putaran tinggi dengan bahan bakar gas dan destilasi, pengguna bahan bakar dengan <0.2% sulfur, aplikasi otomotif.

TBN = 10, Aplikasi otomotif.Diesel putaran tinggi dengan bahan bakar destilasi ber-sulfur < 0.5%, & diesel gas oil

TBN = 15, Diesel putaran tinggi dan menengah berbahan bakar minyak diesel destilasi.

TBN = 20, Diesel putaran tinggi dengan bahan bakar gas dan destilasi, pengguna bahan bakar dengan < 2% sulfur (DMC maksimum), mesin bantu dengan bahan bakar campur.

TBN = 30, Diesel putaran menengah dengan bahan bakar gas dan destilasi.

TBN = 40 ~ 55, Pelumasan mesin diesel putaran menengah dengan kapasitas bak dan konsumsi pelumas yang kecil (anti-polishing ring)

TBN = >60 ~ 100, Pelumasan cylinder oils, pada mesin 2 tak – crosshead.

TBN yang rendah pada pelumas bekas-pakai (used oil) menunjukkan minimnya proteksi dari sisi pelumas terhadap resiko korosi pada bagian mesin; seputar mahkota (crown) piston bagian atas, ring piston, dan bantalan (bearing). Hal yang sama juga akan terjadi pada bagian mesin lainnya serta sistim pendinginan piston dengan media pelumas.

TBN pada mesin berbahan bakar gas, sering kali menggunakan paket aditif dengan abu yang rendah (low ash additive). Magnesium sering dipakai sbagai aditif dalam aplikasi otomotif dengan kecendrungan menggunakan garam kalsium (calcium salt). Pemilihan aditif jenis low ash juga di dasari resiko penyalaan dini (pre-ignition) dari bahan bakar gas di dalam ruang bakar. TBN dalam aplikasi mesin BBG, dapat turun dengan cepat akibat kondisi kerja yang tinggi, terutama pada aplikasi landfill gas – dimana bahan bakar menjadi polutan pada pelumas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: