Just another WordPress.com weblog

Tekhnologi Bi-Fuel

bi fuel comap

Pengenalan Bi-Fuel Technologi

Seperti kita ketahui bersama, engine diesel tentu saja menggunakan solar sebagai bahan bakarnya,. Di berbagai dunia industri tentunya menggunakan engine diesel sebagai penyedia aliran listriknya selain dari PLN tentu saja, bahkan akhir akhir ini karena ada pemadaman bergilir dari PLN banyak industri yang dirugikan karena harus menghidupkan gensetnya sebagai pemenuhan kebutuhan listrik, yah mungkin salah satu fenomena yang kerap terjadi tentu saja di Jakarta ataupun Indonesia. Walaupun Presiden telah menerapkan penambahan energi listrik menjadi salah satu dari 15 item program 100 harinya namun kebutuhan mendesak akan energi listrik bagi industri tidak bisa menunggu sampai program itu berjalan entah kapan selesainya ( bukan pesimis namun begitulah adanya ). Harapan kita tentunya akan berjalan secepatnya dan cepat juga selesainya.

Kebutuhan energi listrik di industri bukan sedikit biayanya apabila menggunakan genset sendiri, hitungan real kalau kita menggunakan genset 1,250 KVA selama 1 jam menggunakan solar sebanyak +200 liter, bagaimana kalau 24 jam , kalau satu minggu, belum lagi satu bulan. Belum lagi kalau solar yang dipakai merupakan harga solar industri yang bisa mencapai harga Rp. 6,500 tambah masalah lagi jika harus menggunakan genset lebih dari 1, bahkan di berbagai industri mempunyai kebutuhan lebih dari 1 unit. Memang harga per KWh listrik di Indonesia masih murah jika mengambil daya dari PLN.

Salah satu solusi untuk menekan biaya dalam pemakaian Genset di industri, menggunakan tehnologi Bi-fuel yaitu salah satu tehnologi yang sedang berkembang di Indonesia akhir akhir ini walaupun  di Negara lain  tentunya sudah banyak yang menggunakan tehnologi ini.

Penekanan biaya tentunya dari sector pemakaian solar  yang dipadukan dengan pemakaian gas ( LNG), dengan perbandingan 60: 40 ( Solar : Gas ) prakteknya demikian walaupun banyak supplier yang mengklaim produknya bisa 50:50. Bukan sedikit penghematan yang bisa kita peroleh tentunya… memang diperlukan investasi lebih untuk menerapkan tehnologi tersebut namun keuntungan yang didapat juga tidak sedikit.

Namun sayangnya tehnologi ini masih banyak dikuasai oleh Negara lain, banyak orang yang belum tahu mengenai prinsip dasar engine ini, kenapa pemilihan konsep lebih ke Bi-fuel kenapa tidak langsung saja menggunakan gas, karena banyak industri yang sudah menggunakan engine yang berbahan bakar solar jadi apabila harus merubah semua  berarti harus invest engine baru sedangkan tehnologi ini merupakan penggabungan atau perubahan dari system bahan bakarnya.

Prinsip dasar dapat dilihat pada gambar, yang menggunakan tehnologi ComAp (Czech republic).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: